Aku Siap Untuk Sesuatu Yang Baru. Tak lain, Hidup Bersamamu

shares |

Aku Siap Untuk Sesuatu Yang Baru. Tak lain, Hidup Bersamamu alasan karena kamu adalah lelaki pertama yang pernah menghiasi hari hariku sekaligus menjadi kekasihku. Moment pertemuan kita yang tak bisa aku hilangkan dari pikiranku, ketika kamu meminta nomor handphone melewati bahasa tubuh yang sulit kumengerti.
Perjalanan yang kita lalui memang tidak mudah, terkadang hembusan angin yang kuat di atas melepaskan genggaman ini. Tapi kembali kau meraih dan menahannya untuk jatuh.
Hari bergulir dengan waktu yang berganti tanpa hilangnya Komunikasian dan teciptanya hubungan yang telah kita sepakati untuk menciptakan suatu hubungan.

Sempat terlintas dalam benak untuk putus saja. Tapi malas mencari dan terlalu sakit utuk beradaptasi dengan orang yang baru.

Cinta yang dulu kamu sangat indah dan teristimewa bagiku, kini kamu menghilang begitu saja tanpa ada alasan sedikitpun dan juga tanpa adanya penggalan kata yang kudengar dari perpisahan ini. Aku mencoba untuk selalu tegar dan agar bisa tersenyum kembali tanpa ada kamu lagi dihatiku. Aku memaksakan diri untuk selalu tersenyum menghalau kesedihan dihatiku.

kata-motivasi-cinta-hidup-bersamamu
Ketika kita berpaparan saat berjalan, entah mengapa, bibir aku ini mengeluarkan senyuman pada dirimu. Aku tidak menyangkah mengapa kita saling melempar senyuman, sementara dihatiku terasa sakit yang telah kamu perbuat. Setelah ak sampai rumah, entah mengapa, hati ini selalu tersenyum, ibarat telah sembuh dari luka yang begitu dalam. 



Tidak hanya sekali yang terlintas dipikiranku untuk mengakhiri hubungan ini.  Dengan alasanmu terlalu banyak yang membuat arti hubungan ini tidak ada kejelasan. Ketika aku bertanya tentang bagaimana kelanjutan hubungan ini, kamu tiba tiba pada saat kesempatan pertanyaan ini, bibir aku dan kamu saling bertautan. Aku terdiam, sebab ciuman ini adalah ciuman pertamaku.




Apakah arti ciuman dapat meredakan hati dan pikiran yang kacau?



Hati ini Cemburu. Apakah Cemburu tandanya Berkurang Kepercayaan?


Banyak ungkapan yang mengatakan bahwa cemburu adalah tanda cinta dan sayang. Pernyataan itu memang tak sepenuhnya salah. Karena ketika kita menjalin hubungan dengan seseorang, rasa ingin memiliki memang sudah pasti ada. Kita tentunya tak pernah rela jika orang yang kita cintai membagi kasih sayangnya dengan orang lain.

Tahukah kamu, apa yang telah membuatku begitu mencintaimu?
tahu kah kamu mengapa aku merindukanmu?
 
Namun, tak selamanya hubungan harus dipenuhi dengan kecemburuan. Tak selalu berarti cemburu adalah tanda cinta dan sayang. Setelah hubungan lama terjalin, rasa cemburu ada bisa jadi karena kepercayaan diri yang mulai berkurang. Jika sudah begini, justru malah kadar cinta dan sayang yang harus kembali dipertanyakan.

Begitu banyak yang secara terang terangan bertkata telah menyukaimu, dan itu jauh lebih lebih dari kekuranganku. Tapi aku yakin bahwa kamulah satu - satunya yang telah menunjukkan jalan yang seharusnya aku lalui, dan aku bisa mempercayai separuh hati untuk kamu jaga dan kamu simpan disaku hatimu.



Tapi ketika sekian waktu berjalan, masihkah perlu untuk menunjukkan cemburu yang berlebihan kepada pasangan? Tidakkah pohon kepercayaan aku dan kamu sudah terpupuk dengan sempurna selama ini? Jika masih ada lubang disitu, maka mungkin ada yang salah dalam hubungan aku dan kamu. kita bisa saja tidak sama-sama belajar untuk menghargai satu sama lain.

Keluarbiasaan Cintaku Bukanlah Sebuah Kesempurnaan

Memilikimu tanpa pernah aku angankan bahkan telah menjadi kenyataan yang paling indah dalam hidupku, menjadi sesuatu yang paling aku syukuri, sebuah nikmat yang paling aku banggakan. Jangan tanya bahagiakah aku, karena aku lebih dari bahagia. Tak tergambar sekali pun oleh kata, sangat-sangat dan sangat bahagia. Bisa kau bayangkan betapa cinta ini luar biasa?

Ingin rasanya mengatakan pada seluruh dunia jika aku adalah kekasihmu dan kamu adalah kekasihku, tapi tentu saja rasanya itu tidak mungkin, karena jelas saja dunia akan cemburu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku akan kehilanganmu nantinya.

Sejak rasa ini tumbuh bahkan saat belum aku sadari, ketulusan telah mendarah daging dalam bagaimana aku bersikap terhadapmu. Hingga pada suatu titik aku mulai menyadari jika cinta telah mengetuk hatiku yang beku untuk kembali merangkul bahagia bersamamu, bukan sekedar ketulusan tapi segala yang kumiliki telah juga kau miliki. Kau memiliki tempat istimewa dimana tempat itu bukan tempat yang mudah tersentuh dan mudah di kunjungi orang lain. Kamu istimewa, kamu sangat berharga.

Kau telah menjadi karat dalam nadiku, setiap aliran darahku adalah nafas kehidupan yang tak luput dari ingatan tentangmu. Bahkan dalam doa-doaku tak pernah sekalipun lupa kusebut namamu, kamu menjadi komponen dalam doaku, seolah tak menyebut namamu dalam doaku bukanlah kesempurnaan dalam doaku.

Aku telah memberikan seluruh cintaku untukmu. Aku telah menjadikan kamu sebagai hidupku, jadi jika kelak kau pergi, pahamilah? Masihkah aku menjadi hidup tanpamu? Ini yang berkali-kali aku katakan, jika aku tak butuh segala ucapan terima kasih atas cintaku yang hebat, aku hanya butuh kamu tetap di sni, menerimaku dengan segala kekuranganku. Dan kita menjadi sempurna dalam kisah dan kenyataan.

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment

Saya menghargai orang yang berkomentar di blog Danni Media ini. Jadi, jangan sungkan untuk berkomentar :)